Lapangan Pacuan Kuda di Maumere Dinilai Ekstrim dan Beresiko oleh Peserta

- Minggu, 30 Oktober 2022 | 17:55 WIB
Pengurus Pordasi Nagekeo dengan salah satu kuda pacu yang berlaga di Turnamen Pacuan Kuda Piala Bupati Cup di Sikka  (Sikka.victorynews.id/Yunus Atabara)
Pengurus Pordasi Nagekeo dengan salah satu kuda pacu yang berlaga di Turnamen Pacuan Kuda Piala Bupati Cup di Sikka (Sikka.victorynews.id/Yunus Atabara)

SIKKA, VICTORYNEWS - Lapangan pacuan di Stadion Gelora Samador, terlalu ekstrim dimana lintasan pendek dan serta sempit sehingga sangat beresiko buat kuda dan joki.

Hal itu dikeluhkan oleh Sekretaris Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kabupaten Nagekeo,Iren Mola Ito, Minggu 30 Oktober 2022 siang.

"Lapangan ini sangat ekstrim dan beresiko kepada kuda dan joki. Karena lintasan terlalu pendek dan sempit, sehingga berpotensi terjadi cash body bagi kuda pacu di tikungan dan joki bisa jatuh," ujarnya

Menurut Iren, sejak menjadi pengurus olahraga pacuan kuda dari Tahun 2009, baru menemukan lapangan pacuan kuda yang paling ekstrem yang sangat beresiko di Kabupaten Sikka.

Lapangan pacuan kuda di Maumere jarak lintasan hanya 500 meter dan lebarnya kurang lebih 5 meter. Normalnya jarak lintasan minimal 1.200 meter dan lebar 10 sampai 12 meter dalam satu putaran.

"Jarak lintasan lapangan pacu di Sikka hanya 500 meter dan lebarnya kurang lebih 5 meter. Normalnya minimal 1.200 meter dan lebar 10 meter atau lebih," ujarnya.

Lintasan pendek berpengaruh pada fisik kuda dan juga kenyamanan joki. Yakni bagian bahu kiri dan kaki kuda berpotensi cidera dan joki menjadi tidak nyaman.

"Lintasan pendek dan sempit membuat kuda harus menempuh beberapa putaran untuk mencapai 1.200 meter satu putaran kuda dan joki beresiko," tambahnya.

Lebar lintasan yang sempit karena hanya 5 meter sedangkan normalnya harus 12 sampai 15 meter. Kondisi ini berpotensi kuda lari keluar lintasan dan menabrak penonton.

"Hari pertama di kelas A Super Plus, satu joki jatuh di lapangan. Salah satu sebab karena kurang lebarnya lintasan," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Yunus Atabara

Tags

Terkini

Terpopuler

X