PMKRI Setelah 75 Tahun: Ayo Kerja Bareng!

- Rabu, 22 Juni 2022 | 10:09 WIB
Meargareta Yunita Lani Domaking (Sikka.victorynews.id/Dokumen PMKRI Pusat)
Meargareta Yunita Lani Domaking (Sikka.victorynews.id/Dokumen PMKRI Pusat)

Oleh: Margareta Yunita Lani Domaking

Tanggal 25 Mei 2022 Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia genap 75 tahun. Kita sudah cukup matang sebagai sebuah organisasi dan dalam banyak kesempatan turut serta membantu melahirkan aliansi seperti Kelompok Cipayung (HMI, PMKRI, GMKI, GMNI, dan PMII) juga turut menginisiasi lahirnya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Sengaja saya sebut itu untuk mengingatkan kita akan peran kita dalam sinergi dan kolaborasi dengan kelompok lainnya dalam dinamika sosial-politik Indonesia. Selain itu sebagai organisasi mahasiswa yang dijiwai oleh semangat Katolik (sensus catholicus) PMKRI justru menjadi organisasi yang berjuang bagi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang berjuang mengawal dan hidup berdasarkan semangat Pancasila.

Menariknya, perjuangan itu tidak membenturkan rasa kekatolikan dengan Pancasila sebagai ideologi negara, sebaliknya menegaskan bahwa PMKRI dan Kekatolikan itu sejalan dan saling mendukung. Barangkali ini yang dimaksud oleh Bapak Uskup yang juga pahlawan nasional Mgr. Albertus Soegijapranata SJ uskup pribumi pertama: "100% Katolik 100% Indonesia."

Adagium Bapa Uskup Mgr. Soegijapranata itu menegaskan pesan kepada kita generasi muda Katolik, kader-kader PMKRI untuk berkolaborasi dan bersinergi membangun bangsa dan negara tanpa harus meninggalkan identitas dan iman kita sebagai orang Katolik. Kita adalah orang Katolik (di) Indonesia yang beriman dalam lingkungan pergaulan orang Indonesia, dalam akar budaya Nusantara yang toleran dan saling hormat menghormati.

Ayo kerja bareng!

Saat ini semangat kolaborasi itu mulai luntur. Sikap hormat terhadap yang berbeda mulai diabaikan karena orang lebih senang mempermasalahkan yang beda ketimbang mencari persamaan-persamaan untuk dijadikan sebagai landasan hidup bersama. Saya melihat ini sebagai tantangan sekaligus masalah yang harus dipikirkan oleh kita generasi muda.

Sebagai kader PMKRI kita perlu menyadari ada tantangan ini. Berhadapan dengan tantangan ini, ayo kita hadapi bareng-bareng dengan bijak dan bukan saling salah-menyalahkan. Kita solid di dalam, sehingga keluar sebagai satu kekuatan untuk menarik yang lain dan kerja bareng-bareng.

Ini persoalan bangsa, persoalan bersama, dan butuh kekuatan besar untuk melawan gerakan-gerakan yang ingin merobohkan fondasi dan bangunan hidup bersama kita yaitu Pancasila. Di sinilah peran nyata PMKRI sebagai salah satu pemilik saham bangsa dan negeri ini dituntut. Tuntutan itu mengikutsertakan adanya suatu kualitas akademis-intelektual yang cukup agar dapat menyumbangkan gagasan untuk perubahan.

Halaman:

Editor: Yunus Atabara

Tags

Terkini

PMKRI Setelah 75 Tahun: Ayo Kerja Bareng!

Rabu, 22 Juni 2022 | 10:09 WIB

Kinerja 2 Tahun Julie Sutrisno Laiskodat di DPR RI

Senin, 28 Februari 2022 | 16:24 WIB

Sekolah di Daerah Harus Perketat Prokes Covid-19

Sabtu, 29 Januari 2022 | 19:08 WIB

Masyarakat Menghendaki Presiden Pelayan Rakyat

Sabtu, 29 Januari 2022 | 18:59 WIB

Regulasi Pemilu Harus Jelas dan Tegas

Sabtu, 29 Januari 2022 | 18:50 WIB

Budayawan Angkat Bicara Soal Tagar Sunda Tanpa PDIP

Sabtu, 29 Januari 2022 | 18:40 WIB
X