Jangan Jadi Kebhinekaan Sumber Pertentangan

- Sabtu, 29 Januari 2022 | 13:42 WIB
Rektor Unwira Kupang Pater Philipus Tule melepas para mahasiswa KKN, Kamis (20/1/2022). (Dok. Unwira Kupang)
Rektor Unwira Kupang Pater Philipus Tule melepas para mahasiswa KKN, Kamis (20/1/2022). (Dok. Unwira Kupang)

VICTORY NEWS, SIKKA-Kebhinekaan dan berbagai perbedaan
suku, agama, ras dan budaya merupakan rahmat dari Allah yang seharusnya tidak boleh dijadikan sebagai sumber pertentangan.

Sejatinya, kebhinekaan merupakan modal sosial untuk mewujudkan amanat mulia yakni berlomba berbuat kebajikan (musabaqah al-khayrat), menciptakan baldatun thayyibatun wa Rabbun Ghafur.

Dalam konteks itu, akhirnya Bangsa Indonesia tetap berdiri teguh di tengah badai dan aneka tantangan, baik pandemi maupun bencana. Sesama anak bangsa harus terus membangun rasa persatuan dan tidak mudah koyak oleh berbagai hoaks pemecah belah.

Baca Juga: Menata Wisata Bahari Kojadoi, Sikka Menjadi Kampung Pelangi

Hal itu dikemukakan Pater Dr Philipus Tule, SVD pada acara Ceramah Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI secara daring, Kamis 27 Januari 2022.
Tema kegiatan itu adalah 'Melangitkan Doa untuk Kesehatan dan Keselamatan Bangsa dari Wabah Musibah.

"Kita dan Agama-Agama kita harus menjadi Terang dan Rahmat bagi alam semesta. Menjadi saudara bagi semua. Atau yang disebut sebagau Luce del Mondo, Gratia del Universo yang sama artinya dengan Rahmatan lil-alamin atau Fratelli Tutti," tegas Pater Philipus.

Menurut dia, Paus Fransiskus telah mempublikasi Ensiklik Fratelli Tutti pada 4 Oktober 2020 di Assisi, tempat lahir dan hidup St Fransiskus dari Assisi.\

Baca Juga: Bebaskan Lahan Untuk Bangun Dermaga Fery, Bupati Sikka: Untuk Pemulihan Ekonomi

Ensiklik ini diterbitkan untuk mendorong persaudaraan dan persahabatan sosial sejati, ketika Pandemi Covid-19 muncul sebagai kedaruratan kesehatan global.
Pater Dr Philipus Tule, SVD yang juga Rektor Universitas Katolik Widya Mandira atau Unwira Kupang tersebut, mengatakan, Agama dan Budaya adalah wahana cinta dan persaudaraan nasional.

"Tidak seorang pun bisa menghadapi hidup ini sendirian. Sekarang saatnya untuk mewujudkan mimpi kita semua sebagai satu keluarga umat manusia, di mana kita adalah saudara-saudari bagi semua. Atau Fratelli tutti atau al-ikhwan al-insaniyah," imbuh Dr Philipus.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Terkini

Jangan Jadi Kebhinekaan Sumber Pertentangan

Sabtu, 29 Januari 2022 | 13:42 WIB

Warga Kabupaten Ngada Harus Patuhi 3M

Sabtu, 29 Januari 2022 | 12:44 WIB

Enam Tahun Sembilan Bulan Bangun Gereja Lahairoi

Sabtu, 29 Januari 2022 | 12:35 WIB
X