Enam Tahun Sembilan Bulan Bangun Gereja Lahairoi

- Sabtu, 29 Januari 2022 | 12:35 WIB
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menandatangani prasasti Gedung Kebaktian Jemaat GMIT Lahairoi Tuak Sabu Lasiana Barat di Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Rabu (26/1/2022). Foto : Victory News - Nahor Fatbanu
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menandatangani prasasti Gedung Kebaktian Jemaat GMIT Lahairoi Tuak Sabu Lasiana Barat di Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Rabu (26/1/2022). Foto : Victory News - Nahor Fatbanu

VICTORY NEWS, SIKKA-Gedung kebaktian Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Jemaat Laihairoi, Tuak Sabu, Lasiana Barat, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang dibangun selama enam tahun sembilan bulan sembilan hari.

Gedung kebaktian untuk jemaat yang tersebar di 33 Rayon Pelayanan dengan jumlah KK sebanyak 486 dan jumlah jemaat 2.051 orang akan dimanfaatkan juga untuk kegiatan kursus.

"Selanjutnya dan sementara dipersiapkan adalah pemberian kursus bahasa Inggris, bahasa Jepang, bahasa China, dan matematika kepada anak-anak dan jemaat Lahairoi," kata Ketua Panitia Pembangunan Gedung Kebaktian, GMIT Jemaat Lahairoi, Tuak Sabu, Absalom Sine saat peresmian gedung tersebut, Rabu 26 Januari 2022.

Baca Juga: Dana BOS untuk SLB di NTT Hanya 0,7 Persen

Absalom Sine menjelaskan, proses peletakan batu pertama pembangunan gedung tersebut dilakukan 26 Januari 2014 dan pekerjaan pembangunan fisik dilaksanakan sejak 17 April 2015.

Terkait dengan dana yang dipakai selama proses pelaksanaan pembangunan gedung tersebut, Absalom Sine, mengatakan, dana yang dihabiskan untuk pembangunan gedung tersebut kurang lebih Rp5,6 miliar.

Absalom Sine menjelaskan, untuk memenuhi Peraturan Menkes nomor 15 tahun 2013, GMIT Lahairoi Tuak Sabu juga menyediakan ruang laktasi (ibu dan anak menyusui).

Seperti dikutip victorynews.id dengan judul 

Selain itu disediakan juga fasilitas bagi penyandang disabilitas sebagai bentuk implementasi Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 30 tahun 2016 dan Undang-Undang Nomor 8 tahun 2015.

"Atas campur tangan Tuhan Yesus sebagai Kepala Gereja dan dukungan orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, maka gedung tersebut sudah bisa dimanfaatkan," kata Absalom Sine.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Terkini

Jangan Jadi Kebhinekaan Sumber Pertentangan

Sabtu, 29 Januari 2022 | 13:42 WIB

Warga Kabupaten Ngada Harus Patuhi 3M

Sabtu, 29 Januari 2022 | 12:44 WIB

Enam Tahun Sembilan Bulan Bangun Gereja Lahairoi

Sabtu, 29 Januari 2022 | 12:35 WIB
X