Pedagang di Kota Kupang Takut Rugi Jual Minyak Goreng

- Sabtu, 29 Januari 2022 | 14:37 WIB
Minyak goreng stok lama yang masih dijual dengan harga mahal di Pasar Kasih, Naikoten 1 Kupang, NTT.  (Mikael Umbu/victory news)
Minyak goreng stok lama yang masih dijual dengan harga mahal di Pasar Kasih, Naikoten 1 Kupang, NTT. (Mikael Umbu/victory news)

VICTORY NEWS, SIKKA - Pedagang di Kota Kupang yang menjalankan aktivitas bisnis di sejumlah pasar tradisional di Kota Kupang takut rugi.

Dalam kaitan tersebut, para pedagang masih menjual minyak bersubdisi satu harga dengan harga lama dan tidak mengindahkan instruksi Pemerintah Pusat. Apalagi, hingga saat ini minyak goreng yang jual merupakan stok lama.

Untuk ukuran satu liter minyak goreng para pedagang masih menjual dengan harga Rp18.000 hingga Rp22.000, sementara untuk minyak goreng ukuran dua liter dipatok harga Rp37.500 sampai Rp42.000.

Baca Juga: Bank NTT Siap Tampung 15 Jenis Derma dari Paroki di Atambua

Survan, salah satu pedagang minyak goreng di Pasar Kasih Naikoten I Kota Kupang, NTT, kepada Victory News, Jumat (28/1/2022) mengatakan, harga jual minyak goreng tersebut masih mengikuti harga lama, karena barang itu merupakan stok lama.

Seperti diberitakan victorynews.id dengan judul harga minyak goreng bersubsidi di ntt diberlakukan secara bertahap

Dia mengaku, kalau misalnya dari distributor menurunkan harga untuk minyak subsidi, nota sebelumnya yang sudah diorder harus diganti lebih dulu karena akan mengalami kerugian mencapai Rp10.000.

Survan mengaku jika pemerintah menghendaki untuk menjual minyak goreng bersubsidi dengan harga baru, perlu ada penegasan kepada pihak distributor, sehingga para pedagang eceran tidak rugi.

Baca Juga: PT Angkasa Pura I Bantu Pelaku UMKM

"Saya pastikan ganti dulu, sudah order mahal-mahal tapi seenaknya diturunkan, ada selisih Rp10.000 dan barang saat ini masih banyak di gudang," pungkasnya.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Terkini

X